Satu Karang Yang Tenggelam Dalam Kedangkalan


Satu Karang Yang Tenggelam Dalam Kedangkalan
Oleh : Agustina Dewi C

Arus yang deras dalam keadaan ketenangan laut merupakan suatu ujian yang dapat kita lihat dan rasakan dalam suatu pelayaran kehidupan. Ketika kapal yang berlayar memutari luasnya kehidupan laut, sering mengalami terpaan arus yang menggoyangkan kapal beserta isinya. Ketika kapal mengalami terpaan kencangnya angin laut, pasti akan menggoyangkan layar kapal yang kuat dengan tiang dan tali melekat di sampingnya.
Begitu pula kehidupan seorang anak yang memiliki keluarga dalam keindahan kebersamaan membangun dan belajar mempertahankan kebiasaan kehidupan. Didampingi oleh suatu lingkungan yang melekat dalam pikiran, dengan larangan dan pilihan yang lahir dari kebiasaan dan pengalamanan dari orang tua yang menjadi penutan dalam lingkungan keluarga.
Ketika kapal berlayar tersebut mengarungi laut, tak hanya arus dan angin saja yang menjadi halangan dan rintangan pelayaran kehidupan, terdapat satu karang yang dapat menjatuhkan dan menghancurkan kekuatan yang dibangun dalam kapal, satu karang yang tenggelam dalam kedangkalan.
Setiap manusia pun tidak dapat membayangkan kerasnya kehidupan dengan berbagai macam cobaan, pilihan, kehancuran, kekalahan, dan lain sebagainya. Dengan bimbingan dan sikap yang dilahirkan dalam kehidupan keluarga belum tentu dapat bertahan dalam luasnya kehidupan yang akan dilalui dengan keimbangan waktu mengiringi kedewasaannya.
Memang kehilangan akan selalu hadir dalam keutuhan jumlah keluarga, dimana suatu saat pasti akan dating tangisan kehilangan yang dimana dalam waktu yang telah dilewati bahwa tangisan kehadiran pernah dialami pula. Namun apabila kehilangan itu merupakan pimpinan kapal ketika berlayar mengarungi kehidupan, maka akan terjadi kehancuran yang semakin dekat, dia yang memiliki jiwa kepemimpinan dan keringat perjuangan mempertahankan kehidupan keluarga.
Manusia dalam lingkungan keluarga yang dilahirkanlah yang akan menggantikan kepimpinan itu, dengan keadaan yang dipaksakan dalam waktu cepat untuk mempertahankan kehidupnya dan keluarganya. Akan terjadi pula kehancuran yang lahir dari egoism dan kearoganan anggota dan manusia yang lain dalam keluarga itu yang mencoba memasukkan pemikiran kepemimpinan dan solusi kehidupan. Terjadilah pertarungan pikiran yang akan berujung kepada kehancuran yang tentu tidak sesuai dengan harapan sebelumnya.
Kapal yang kuat haruslah selalu siap bertahan dan tidak akan lelah mengalami kekalahan dan kehancuran yang dapat diperbaiki dalam proses dan waktu yang cepat, agar luasnya kehidupan laut itu akan dapat selesai dengan pergantian dan pengalaman yang dialami bersama dalam anggota awak kapal yakni keluarga.

Komentar

Postingan Populer