Archive for Maret 2010

Mewaspadai Gempa


.

By Martias Oyonk on Wednesday, October 7, 2009

Waspada Gempa Berpotensi Tsunami … !!!

Gempa berskala besar akan merobohkan apa pun di muka bumi yang tak kukuh dan rapuh. Fenomena ini bukan hanya meruntuhkan bangunan, melainkan juga membuat tanah longsor, merekah, dan ambles. Di luar itu, gempa di pesisir juga berpotensi menimbulkan tsunami. Itulah serangkaian ancaman bagi penduduk di daerah rawan gempa.

Selama bumi berputar, pergerakan lempeng-lempeng bumi yang menutupi dan mengapung di atas magma tak akan pernah berhenti. Tumbukan antarlempeng atau kerak bumi inilah yang menyebabkan gempa terus terjadi silih berganti di sekujur tubuh bumi ini.

Ketika satu lokasi lapisan bebatuan di batas kerak bumi runtuh karena merapuh menahan desakan lempeng, bebatuan itu akan mencari posisi baru yang stabil. Selama proses ini berlangsung akan terjadi serangkaian gempa susulan, pascagempa utama. Hal ini dapat mengakibatkan bangunan yang retak dan rapuh akhirnya roboh.

Untuk kejadian gempa di Padang, 30 September, terjangan gempa bahkan mencapai ratusan kali sebelum kejadian itu. Sejak gempa di Nanggroe Aceh Darussalam, 26 Desember 2004, Padang dan sekitarnya sering diguncang gempa berskala 4 hingga 6 skala Richter. ”Jumlahnya mencapai ratusan,” kata Sujabar, petugas di Pusat Gempa Nasional Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Guncangan dalam kurun waktu yang panjang secara perlahan telah melemahkan struktur bangunan yang tidak dirancang tahan gempa, antara lain ditunjukkan dengan keretakan tembok. Imbauan kepada masyarakat untuk melakukan perkuatan bangunan yang rentan terhadap gempa sudah dilakukan. ”Namun, sayangnya hal ini diabaikan karena mereka menganggap gempa besar belum pasti datang,” ujar Febrin A Ismail, Koordinator Tenaga Ahli Kelompok Siaga Tsunami (Kogami) Sumatera Barat.

Longsor dan ambles

Ancaman lain yang mengintai setelah gempa adalah tanah longsor dan ambles. Hal ini terjadi di daerah perbukitan karena berkurangnya tutupan lahan.

Berkurangnya areal hutan di kawasan lereng akan membuka potensi tererosi dan longsor ketika diguyur hujan. Kondisi ini diawali saat musim kemarau. Akibat paparan sinar matahari yang intensif, ikatan tanah permukaan yang ”telanjang” akan melemah dan merenggang.

Longsoran umumnya terjadi pada masa peralihan dari kemarau ke musim hujan, terutama di daerah berjenis tanah yang mudah lepas. Ketika terguyur hujan terus-menerus, ikatan yang melemah itu akan putus karena menanggung beban air di pori-porinya. Putusnya ikatan itu ditandai dengan longsoran tanah. Ancaman longsor menjadi makin besar ketika di lereng yang rapuh itu bertengger bangunan, apalagi ketika diguncang gempa.

Longsornya lereng di beberapa daerah di Sumatera Barat pascagempa, 30 September, antara lain terpicu oleh kondisi tersebut. Hal serupa juga terjadi di Cianjur, Jawa Barat, 2 September 2009.

Melihat kecenderungan merambahnya areal permukiman ke daerah perbukitan akibat meningkatnya populasi di daerah rawan gempa, pada masa-masa mendatang kejadian longsor saat gempa seperti di Cianjur dan Padang-Solok bakal terjadi pula di daerah lereng lainnya yang rawan gempa dan berpenduduk padat.

Selain longsor, amblesnya permukaan juga dapat terjadi di daerah yang diterjang gempa. Akibat gempa, sumber air di bawah tanah teraduk hingga terjadi likuifaksi atau pelembekan tanah. Tanah yang mengalami pembebanan tinggi dan berongga akan ambles.

Efek domino

Efek domino pun dapat terjadi pada segmen kegempaan dan patahan yang berdekatan dengan bebatuan yang runtuh yang menjadi sumber gempa. Kondisi itu antara lain terjadi pascagempa Padang yang keesokan harinya diikuti gempa Jambi, yang bersumber dari sesar Semangko.

”Saat ini segmen kegempaan Mentawai pun perlu mendapat perhatian setelah gempa Padang akhir bulan lalu,” kata Danny Hilman, pakar geologi dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Sebab, sumber gempa tersebut berada di tepi barat segmen Mentawai—disebut megathrust—yang terbentang dari Pulau Siberut hingga Pulau Pagai. Penelitian LIPI di Kepulauan Mentawai menunjukkan, tahun 1650 pernah terjadi gempa di atas 8 SR di Pulau Siberut. Tahun 1797 dan 1883 gempa berskala sama kembali muncul di daerah itu.

Kedua gempa—berdasarkan penelitian koral dan lapisan sedimen—menimbulkan tsunami di Padang setinggi 10 meter. Adapun pemodelan perambatan tsunami akibat gempa 8,7-8,9 SR pada 1797 dan 1833, yang dibuat pakar tsunami ITB, Hamzah Latief, gelombang akan sampai ke pantai Padang dalam waktu 30 menit dengan ketinggian hampir 5 meter.

Segmen Mentawai merupakan bagian dari sistem kegempaan di barat Sumatera yang terbagi dalam empat segmen utama (Simelue, Nias, Mentawai, Enggano). Sejak 10 tahun terakhir gempa di segmen-segmen ini ”bertalu-talu”.

”Munculnya gempa akhir September itu dapat mengusik segmen Mentawai yang tidur, hingga menimbulkan tsunami,” ujar Danny.

Gempa-gempa di kepulauan di barat Sumatera itu periode pengulangannya sekitar 200-300 tahun. Hal ini akibat efek penunjaman dari lempeng Indoaustralia yang menekan ujung lempeng Eurasia di bawah bagian barat sesar Semangko hingga ke kepulauan di pesisir Sumatera. Kecepatan desakan lempeng tersebut 6 hingga 7 sentimeter per tahun.

Bebatuan di ujung lempeng pada suatu waktu akan melenting karena tidak mampu lagi menahan tekanan itu. Hal ini ditandai dengan gempa besar, pergeseran posisi daratan di segmen itu, dan menjauhnya pulau dari daratan beberapa meter dari posisi semula. Pascagempa tahun 2004, kepulauan di pesisir Banda Aceh menjauh 1-3 meter.

Selain fenomena alam yang menyertai gempa besar, dampak lain adalah ancaman penyakit, kelangkaan pangan, serta trauma kejiwaan korban yang kehilangan harta dan keluarganya.

Karena itu, Danny mengingatkan semua pihak di Padang harus waspada dan melakukan antisipasi menghadapi perulangan gempa berpotensi tsunami.

Disalin dari : kompas.com


BAB 1 PENDAHULUAN


.

1.1 Latar Belakang Masalah

Berkembangnya era otonomi daerah dewasa ini memacu seluruh daerah di Indonesia untuk menggali seluruh potensi yang ada, baik sumber daya alam, sumber daya manusia dan potensi objek wisata yang dapat mendatangkan keuntungan tersendiri bagi daerah yang dapat memanfaatkan dengan maksimal. Salah satunya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki kebudayaan beraneka ragam, seperti objek wisata, bahasa daerah, makanan khas daerah, kerajinan dan kesenian daerah.

Namun sebagian masyarakat belum mengetahui kebudayaan D.I Yogyakarta, dikarenakan media informasi yang ada masih belum dapat memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi dan daya tarik kepada masyarakat yang awam. Media penghubung yang digunakan sebagai penyampaian informasi pada saat ini hanya terbatas pada media cetak yang kurang maksimal.

Maka dengan memanfaatkan perkembangan teknologi multimedia informasi kebudayaan D.I Yogyakarta dapat disampaikan dengan menggunakan cara yang mudah dan menarik yaitu dengan membuat CD interaktif. Dengan tujuan memperkenalkan kebudayan dan objek wisata D.I Yogyakarta kepada para wisatawan domestic dan manca negara.

Atas dasar tersebut penulisabn ilmiah ini mengambil judul “APLIKASI PARIWISATA PROPINSI D.I YOGYAKARTA MENGGUNAKAN GIS (Sistem Informasi Geografis)”.


1.2. Batasan Masalah

Aplikasi multimedia ini berisikan tentang informasi kebudayaan D.I. Yogyakarta meliputi objek wisata, bahasa daerah, makanan khas, kerajinan dan kesenian derahnya. Dengan menampilkan gambar dan deskripsi singkat tentang kebudayaan D.I. Yogyakarta.


1.3. Tujuan Penulisan

Pada penulisan ilmiah ini bertujuan membuat aplikasi CD interaktif yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat yang awam tentang kebudayaan D.I. Yogyakarta dengan cara yang lebih menarik. Sehingga dapat menumbuhkan rasa nasionalisme kembali bagi masyarakat khususnya warga Negara Indonesia agar bisa mencintai kembali budaya daerahnya.


1.4 Metode Penulisan

Metode penulisan yang akan digunakan dalam penulisan ilmiah ini berupa studi pustaka dengan mengumpulkan data sebagai komponen dan elemen dasar yang dibutuhkan. Data tersebut meliputi gambar, artikel berupa teks yang didapat dari internet dan buku mengenai aplikasi GIS.


1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan yang digunakan pada penulisan ini terdiri dari 4 (empat) bab.
Dengan rincian sebagai berikut :

Bab 1 : Pendahuluan
Menjelaskan deskripsi singkat mengenai latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.

Bab 2 : Landasan Teori
Bab ini berisikan tentang teori-teori pembuatan aplikasi multimedia dan struktur navigasi.

Bab 3 : Pembahasan
Bab ini berisi mengenai langkah-langkah untuk pembuatan desain tampilan, struktur navigasi, pembahasan rancangan dan tahapan-tahapan dari awal pembuatan aplikasi multimedia.

Bab 4 : Penutup
Bab ini berisi tentang kesimpulan yang diperoleh dari hasil pembuatan aplikasi multimedia yang telah dibuat dan saran yang dapat diberikan dalam pembuatan aplikasi multimedia ini terhadap masalah yang ditemukan agar memperoleh solusi yang tepat.




Gempa Mengakibatkan Kiblat Bergeser


.

By Martias Oyonk on Wednesday, October 7, 2009

Gempa Akibatkan Arah Kiblat Bergeser … !!!

Gempa Bumi yang memporakporandakan sebagian wilayah Indonesia dan menelan ribuan korban jiwa mengakibatkan pergeseran arah kiblat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim meminta Departemen Agama (Depag) RI segera menertibkan sertifikat arah kiblat masjid-masjid di seluruh provinsi untuk ditentukan arahnya sesuai dengan ilmu falaq.

Menurut Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Bukhori MUI Jatim, jika kiblat masjid telah bergeser harus segera dilakukan perubahan. Tetapi harus dilaksanakan oleh orang yang memahami ilmu falaq dan ilmu fiqih. Karena menurut Depag Jateng dari sejumlah pakar geografi, arah kiblat masjid diwilayahnya telah mengalami pergeseran karena adanya pergeseran lempengan bumi akibat gempa yang melanda beberapa waktu yang lalu.

“Apa yang akan dilakukan oleh Depag Jateng itu tidak ada masalah (menentukan arah kiblat yang telah bergeser) asalkan dilakukan dengan ilmu falaq. Tentunya dilakukan oleh orang yang menguasai ilmu falaq dan fiqih,” kata Abdusshomad Bukhori, Ahad (18/10). Yang penting, kata dia, pelurusan arah kiblat tidak dilakukan kontroversial, karena umat Muslim saat ini cenderung sensitif.

MUI Jatim akan melihat perkembangan hasil dari sertifikasi tersebut untuk menentukan kebijakan arah kiblat masjid di Jatim. Jika memang terjadi pergeseran seyogyanya Jatim juga harus melakukan hal yang sama, meski guncangan gempa lebih dirasakan di Jateng.

Diungkapkan Abdushomad, pada zaman Walisongo, arah kiblat memang ke barat, namun agak menyerong ke arah kanan. Kiblat merupakan isyarat umat Muslim membangun satu misi dan visi bersatu menegakkan ajaran agama Islam sebagai penentu arah sholat menghadap ka’bah. “Kiblat adalah arah yang menentukan sah dan tidaknya umat Muslim melakukan shalat. Tetapi jika isu ini ditunggangi orang-orang yang anti-Islam maka persoalanya akan bergeser menjadi perpecahan yang tidak kunjung selesai,” tegasnya

Dikabarkan MUI Jatim dan Kanwil Depag Jateng akan melakukan sertifikasi arah kiblat terutama untuk masjid-masid tua hampir di tiap kabupaten/kota. Setidaknya masjid tua terletak di setiap alun-alun kabupaten/kota seperti Masjid Agung Demak, Masjid Kauman Semarang, dan lain-lain. Jumlah masjid di Jateng saat ini mencapai 39.478 unit. Sedangkan jumlah umat Islam di Jateng mencapai 32 juta orang. Pelurusan tidak akan dilakukan dengan membongkar bangunanya, hanya barisan shaf-nya yang akan digeser.

Agar terjadi koordinasi dan pelaksanaan di lapangan dengan baik, seluruh kantor wilayah di tiap kabupaten/kota se-Jatim utamanya Departemen Agama (Depag) RI harus segera menginventarisasi atau melakukan penelitian arah kiblat masjid dan mushala. Jika arah kiblat benar bergeser maka perlu segera diluruskan kembali

disalin dari : dakta.com

?? (Tanda Tanya)


.



Semua semakin terasa sulit untukku
Semakin buram dan akan menjadi gelap
Semakintak tau apa yang harus aku lakukan
Semakin buatku bingung
Semakin buatku merasa sedih dan terpuruk
Entah apa yang aku lakukan apakah benar-benar salah
Yag sampai buatku seperti ini
Aku harus bagaimana
Apa yang harus aku lakukan
Untuk membuat semua kembali seperti semula
Aku bingung
Semakin lemah
Tak kuasa menahan semua rasa
Rasa yang membuatku sakit
Dan selalu buatku meneteskan air mata
Apa yang bisa aku perbuat
Untuk merubah semua menjadi lebih baik dan lebih indah
Bisa membuat orang lain tersenyum bahagia
Tanpa sesak di dada
Tanpa rasa benci dan penuh amarah
Bisa tertawa dan gembira bersama

Kekurangan


.



Aku hanya seorang wanita biasa. Tidak ada sesuatu yang menarik dari diriku. Aku wanita yang banyak kekurangan. Yang terkadang bingung apa yang sebaiknya aku lakukan untuk diriku menjadi sesuatu yang menarik. Tapi tetap saja sampai saat ini aku tidak bisa menemukan satu hal itu dalam diriku. Aku juga berasal dari keluarga yang bisa dikatakan biasa saja. Tetapi untuk hal yang satu itu aku tetap merasa bersyukur, karena aku memiliki orang tua yang menyayangiku dan dua orang adik yang sangat aku sayangi. Ingin sekali aku melakukan satu hal yang bisa membuat orang lain terkesan dan membuat kedua orang btuaku bangga padaku. Tapi aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Dikampus aku juga bukan termasuk anak yang padai, dengan IPK yang sangat kurang dari cukup dan jauh dari nilai bagus. Tapi aku tetap berusaha untuk menjadi lebih baik, walaupun sedikit yang dapat aku perbaiki. Ada satu hal yang ingin aku ceritakan tentang masalah pribadiku. Aku juga tidak cantik bahkan sekarang aku sudah menjadi wanita yang boleh dibilang “gemuk”. Tapi dalam urusan cinta aku merasa aku sedikit beruntung. Aku memiliki teman dekat laki-laki yang baik padaku. Dari pertama aku mulai kuliah dia sudah baik padaku. Dia perhatian padaku. Sampai saat ini hubungan kami sudah dua tahun empat bulan. Setiap aku ada masalah dia pasti selalu menemaniku. Dia juga bisa menerima semua kekurangan yang ada dalam diriku. Aku melihat ketulusan yang dia berikan untukku. Dia adalah Fajar. Aku juga menyayangi dia. Hampir setiap hari kita bertemu. Dan setiap kali kita bertemu itu aku selalu menceritakan apa yang sedang aku rasakan saat itu. Dia bisa menjadi kakak yang baik untukku saat aku butuh orang untuk sharing. Dengan segala keterbatasan yang aku miliki dia tidak pernah mengeluh. Aku bersyukur untuk yang aku miliki saat ini tentang cinta. Dalam kehidupanku ini, aku juga memilki teman yang selalu setia padaku. Temanku itu tidak Cuma satu tapi ada beberapa orang. Mereka adalah teman semasa aku duduk di bangku SMA (Sekolah Menengah Atas). Sampai saat ini aku juga selalu berbagi kepada mereka. Aku juga sangat menyayangi mereka seperti aku menyayangi saudaraku sendiri. Walaupun sekarang kami tidak satu universitas, tapi kami tetap berkumpul saat kami ada waktu luang diluar jam kuliah. Karena mereka juga kuliah di Jakarta sama seperti ku. Biasanya setiap akhir minggu kami berkumpul. Aku bahagia dengan hidupku, walaupun banyak hal yang aku miliki, aku tidak punya banyak uang, aku tidak cantik, aku tidak pintar, aku tidak memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan dalam diriku. Namun aku memiliki orang-orang terkasih disekelilingku. Terimakasih Tuhan atas semua berkah yang Engkau berikan padaku saat ini. Berharap suatu saat nanti aku bisa dikenal dunia. Dan bisa memberikan satu kebanggaan untuk kedua orang tuaku dan orang-orang yang selalu menyayangiku. Aku Agustina Dewi, akan tetap berjuang untuk hidupku dan masa depanku untuk diriku dan semua orang yang mengasihiku.

Keren


.

Kumpulan gambar sepatu, tas, dan baju untuk para cewek yang selalu menjaga penampilan mereka. Ini bisa dijadikan referensi untuk kamu kamu yang suka sekali dengan fashion. Ayo kita lihat gambarnya..



Tas-tas yang lucu dan unik :







































































Beberapa macam high heels :



























Sepatu-sepatu cantik :







LiVe MusT Go On